April 29, 2010

Tarbiyah adalah suatu proses

Tepat jam 11.00 malam, sememangnya waktu yang menjadi rutin untuk pergi menziarahi sahabat2 di surau propana. Sebaik sahaja, habis sesi MAIKS yang diadakan, langkah ini bermula untuk menjejaki surau propana... Sambil melihat jam tangan, "Da pukul 11.15 malam ni" bisik hati kecilku. Terasa berat dan malas mula mengikat diri ini dari terus melangkah... Namun, langkah terus ke hadapan. Satu demi satu pintu diketuk, memanggil setiap isinya untuk sama2 hadir ke Liqo' Al-Mulk, macam2 boleh lihat karenah dan perangai adik2 di V6 ni.

Sebaik sahaja selesai mengetuk pintu, langkah ini terus menuju ke surau dan kelihatan sudah ada 2 orang yang sudah menunggu... Tunggu la dalam 10 minit, Alunan bacaan surah Al-Mulk secara berjemaah bermula... Di akhiri dengan bacaan doa khatam Al-Quran... Kemudian, sedikit pengisian bagi memberi sedikit 'taujihad' kepada jiwa2 muda yang senantiasa mengharapkan sentuhan tarbiyah...



Segala puji-pujian dipanjatkan ke hadrat Illahi yang tidak henti-henti mengurniakan nikmatNya walaupun tidak semua manusia patuh dan taat kepada suruhanNya, selawat dan salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. yang telah memberikan seluruh jiwa dan raganya demi ummatnya yang dicintai, buat para sahabat, tabi'in dan pewaris perjuangan Nabi Muhammad S.A.W....

Apabila kita menyebut tentang 'Tarbiyah', biasanya ramai yang rasa 'gerun' kerana persepsi yang menjadikan perkataan ini eksklusif kepada orang yang 'alim', berserban, berjubah dan lain2 yang seumpamanya. Namun, secara sedar atau tidak semua manusia melalui proses tarbiyah.

Firman Allah S.W.T.,



"(Nikmat berkiblatkan Kaabah Yang Kami berikan kepada kamu itu), samalah seperti (nikmat) Kami mengutuskan kepada kamu seorang Rasul dari kalangan kamu (iaitu Muhammad), Yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu, dan membersihkan kamu (dari amalan syirik dan maksiat), dan Yang mengajarkan kamu kandungan Kitab (Al-Quran) serta hikmat kebijaksanaan, dan mengajarkan kamu apa Yang belum kamu ketahui." (Al-Baqarah : 151)



Dalam ayat ini, secara ringkasnya menerangkan dengan jelas konsep tarbiyah yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W.

1) Ta'lim (mengajar keilmuan)
- Di dalam Islam, segala-galanya bermula daripada ilmu, oleh sebab itu ilmu dipandang tinggi dan mulia di sisi agama. Hatta, pada sudut aqidah jika seseorang itu tidak berilmu atau bertaqlid buta, maka aqidahnya boleh terbatal atau tidak sah. Di samping itu, di dalam hadis Rasullulah S.A.W. juga menyebut bahawa tuntutan untuk menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslimin dan muslimat.

2) Ta'dib (mengajar adab)
- Sepertimana yang telah kita ketahui, indahnya adab dan akhlak nabi adalah kerana mendapat tarbiyah dari Illahi, lantas menjadikannya makhluk yang sempurna daripada melakukan sebarang maksiat (maksum). Di dalam sebuah hadith,

"Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak" (Bukhari)

3) Tazkiyah (membersihkan jiwa)
- Secara ringkasnya, pembersihan jiwa adalah antara elemen utama atau amalan rutin yang perlu bagi setiap orang yang beriman kepada Allah S.W.T. Hal ini kerana, tiada manusia yang boleh lari daripada melakukan sebarang kesalahan.

Hikmah daripada ayat di atas, terdapat 4 konsep didikan Rasulullah S.A.W. iaitu :
a) Membacakan ayat2 Al-Quran
b) Membersihkan hati para sahabat dengan Al-Quran
c) Mengajarkan mereka Al-Quran dan hikmah
d) Mengajarkan kepada mereka perkara yang tidak mereka ketahui



Sedikit coretan kata2 seorang sahabat...

"Aku adalah panah daripada panah-panah Islam, maka tujukanlah aku ke mana sahaja yang engkau suka" (Saad bin Abi Waqqas r.a.)

Wallahu'alam...


April 27, 2010

Syeikh Abu Bakar al-Awawidah



Apa yang dilakukan umat Islam Palestin hingga mampu mencapai kemenangan?
Ada beberapa hal yang perlu diketahui umat Islam. Kemenangan kita kemarin tidak datang secara tiba-tiba. Kami melakukan tarbiyah terhadap diri kami, menahan diri untuk bersabar, dan terus bertahan selama lebih dari 60 tahun. Kami harus melalui proses dan tahapan-tahapan.

Sejak 1948, ketika Israel memproklamirkan kemerdekaannya di tanah Palestina, kami mulai berjihad. Sebelumnya, kami juga sudah berjihad melawan Inggris. Begitulah cobaan yang kami alami. Sekarang kami merasakan ini bukan lagi cobaan, tapi rahmat.

Dengan rahmat ini, kami rasakan proses tarbiyah yang menguatkan jati diri kami sebagai Muslim. Anak-anak, istri-istri dan semua generasi kami turut mengalami proses ini. Kami juga melakukan dakwah yang terus kami lakukan. Semuanya kami lakukan untuk meningkatkan iman, agar kami semakin yakin bahwa apa yang sedang kami lakukan adalah jalan yang diridhai Allah.

Setelah melalui proses yang lama, mulailah tumbuh semangat perjuangan, jihad, melawan Israel.

Apakah kesan daripada tarbiyah yang dilalui hingga kini?
Dulu, tahun 1997, ada intifadhah, melakukan perlawanan menggunakan batu dan pisau.
Sekarang ini kami menggunakan senjata, bom dan ranjau-ranjau yang kami tanam. Salah satu roket kami yang awalnya hanya bisa mencapai jarak tembak 30 kilometer, kini telah berhasil dikembangkan hingga mampu menempuh jarak dua kali lipat.

Di Gaza kami membuat peluru-peluru, roket, ranjau, dengan tangan dan kemampuan sendiri.

Kenapa umat Islam Palestin harus melawan Israel?
Sejak 1948, sudah lebih dari 225.000 umat Islam Palestin menjadi syahid. Jumlah yang terluka dan tertawan sekitar dua kali ganda jumlah yang tewas. Alhamdulillah, akhirnya Allah membalas pengorbanan itu dengan rahmat, kemenangan, dan pertolongan. Perjuangan Palestin sekarang ini diwarnai dengan kepahlawanan mereka. Apalagi sekarang ini kami di embargo Israel dan negara-negara Arab. Makanan susah masuk Gaza. Mereka membunuh kami secara perlahan, membuat kami kelaparan. Tentera Israel juga menembak meriamnya ke Gaza.

Bersama kaum Muslimin Gaza, kami akan terus konsisten melawan kekejaman ini. Begitulah jalan perlawanan dan jihad di jalan Allah. Jalan termudah dan tercepat menuju syurga Ilahi.

Apa yang dibela umat Islam Palestina?
Ketika melakukan jihad di Gaza, kami sadar bahwa kami adalah perwakilan dari umat Islam. Umat Islam mengamanahkan kepada kami untuk menjaga al-Aqsa dari cengkeraman Zionis Israel.

Kami bangga menjaganya.

Tanah itu adalah tanah wakaf umat Islam yang dulu pernah dijaga oleh Salahuddin al-Ayyubi dan Umar bin Khattab. Untuk menjaganya, kami mengikuti perintah Allah. Kami mempersiapkan peralatan perang untuk memberikan rasa takut kepada tentara Zionis Israel.

Sejak sepuluh tahun lalu, kami sudah mempersiapkan anak laki-laki kami dan muslimah-muslimah untuk menggantikan kami nantinya. Kami mendirikan madrasah-madrasah Islam.

Bagaimana rakyat Palestin mempertahankan al-Aqsha?
Kami yakin, setiap memilih suatu pilihan pasti akan mendapatkan akibat daripadanya. Ketika kami memilih Palestin kami tahu harganya adalah pengorbanan. Kami mengorbankan nyawa, darah, apa saja yang kami miliki demi meraih kemenangan. Ini sudah kami buktikan.

Kami merasakan sendiri ketika perang 23 hari kemarin, kami berhasil membuat pasukan Israel tunggang-langgang. Merekalah pasukan militer yang diakui cukup kuat di dunia. Mereka memiliki pesawat tempur hebat, senjata biologi, bahkan nuklear.

Mereka telah menjatuhkan sebanyak 1,5 juta kilogram bom, sama dengan jumlah total penduduk Gaza. Jadi, tiap satu orang penduduk Gaza mendapatkan sekilo bom dari Israel.

Meskipun demikian, kami menahan diri, bersabar, terus melakukan jihad dan perlawanan. Selama peperangan tidak ada satu pun rakyat Gaza yang mengungsi. Alhamdulillah, kemenangan tercapai. Inilah kemenangan Allah. Hanya Allah yang berhak kepada siapa kemenangan itu diberikan.

Dalam perang Gaza kemarin, berapa banyak tentara Israel yang tewas?
Jumlah mereka (serdadu Israel) yang tewas cukup banyak, hampir 1.000 orang.

Kenapa tidak ada beritanya di media massa?
Itulah Israel. Mereka tidak mau aibnya terbongkar dan diketahui dunia. Mereka sengaja menyembunyikan jumlah tentaranya yang tewas, karena ini menyangkut harga diri mereka. Padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang penakut dan pengecut, walau memiliki keunggulan lebih dalam masalah persenjataan dan peralatan tempur.

Namun, Allah SWT telah meniupkan rasa takut di hati mereka, hingga mereka tidak berani keluar dari tank ketika masuk Gaza. Sampai-sampai buang hajat pun mereka lakukan di dalam tank karena takut keluar.

Berapa banyak Mujahidin Hamas yang syahid dalam perang?
Ada sekitar 50 orang Mujahidin Hamas yang syahid dalam perang kemarin. Alhamdulillah, semangat para Mujahidin Hamas tidak pernah kendor, walau banyak rekan-rekan mereka yang jadi korban.

Justru mereka berbondong-bondong dan berlomba-lomba mengejar syahid. Ini yang perlu kalian ketahui, kekuatan militer yang kami kerahkan kemarin untuk bertempur melawan Israel baru lima persen saja.

Belum semuanya kami kerahkan. Baru sejumlah itu saja, pasukan Israel sudah tunggang-langgang.

Apa sebenarnya target Israel menyerang Gaza?
Target serangan Israel kali ini adalah penghancuran Islam di Gaza hingga ke akar-akarnya. Mereka ingin menghabisi syariat Islam yang sedang kami terapkan di sana. Begitu banyak yang harus diceritakan. Saya tidak mampu menggambarkan semuanya.

Anda bisa langsung bertanya kepada relawan-relawan seluruh dunia yang langsung datang melihat keadaan kami.

link

The Word


*     *     *
The Most Selfish One-Letter Word
"I"
Avoid It
(Surah Al Kahf 18:34)

The Most Satisfying Two-Letter Word
"WE"
Use It
Surah Al An'am 6:71-72

The Most Poisonous Three-Letter Word
"EGO"
Kill It
Surah Al Qasas 28:78

The Most Used Four-Letter Word
"LOVE"
Value It
(Surah Al Rum 30:21)

The Most Pleasing Five Letter Word
"SMILE"
Keep It
(Surah Al Najm 53:43)

The Fastest Spreading Six-Letter Word
"RUMOUR"
Ignore It
(Surah Al Hujurat 49:12)

The Hardest Working Seven Letter Word
"SUCCESS"
Achieve It
(Surah Al Nur 24:37-38)

The Most Enviable Eight-Letter Word
"JEALOUSY"
Distance It
(Surah Yusuf 12:8-9)

The Most Powerful Nine-Letter Word
"KNOWLEDGE"
Acquire It
(of Allah & the Holy Qu'ran) Surah Ya Sin 36:2 Surah Yusuf 12:2

The Most Essential Ten-Letter Word
"CONFIDENCE"
Trust It
(Trust in Allah's Guidance)
Surah Yunus 10: 9
Surah Al Tawbah 9:51

::  ::  ::  ::  ::
 

April 26, 2010

JANGAN REMEHKAN KEHORMATAN ORANG LAIN

Kebijaksanaan adalah sikap yang sudah menjadi amalan. Kebijaksanaan itu ialah bahawa memuji dengan sopan dengan apa adanya boleh memenangi hati orang lain. Siapapun orang itu, yang sewarak dan sezuhud mana pun, tetapi ketika menghadapi pujian maka hatinya akan luluh dan berasa sejuk, bergantung kepada banyak atau sedikitnya pujian yang dihadiahkan kepadanya.


Kata-kata yang lembut mempunyai kesan yang sangat kuat di dalam hati dan aturan yang benar yang kita perolehi daripada Baginda Nabi menyuruh kita untuk menempatkan manusia sesuai dengan tempatnya dalam bentuk penghormatan. Kemampuan diri untuk membuat orang lain dan diri kita sendiri bahagia dan komunikasi yang baik, merupakan anugerah Allah yang besar.

“ Maka dengan sebab rahmat yang (melimpah-limpah) daripada Allah (kepadamu wahai, Muhammad!), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu.”
(Al-Imran: 159)

“ Allah telah pun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu”
(At- Thalaq:3)

Ayat ini menegaskan bahawa seseorang tidak boleh memuji bukan pada tempatnya, tidak boleh terlalu sering dan tidak boleh pula terlalu sukar memberi pujian. Tetapi sepatutnya dilakukan dengan cara bermoral, etika yang tinggi dan kejujuran terhadap nilai-nilai kebaikan.

Mungkin kita pernah bersungut dan bermuram di depan orang lain. Tetapi risikonya, kita akan merugi kerana kita kehilangan mereka dan mereka tidak akan merugi sedikitpun kerana mereka akan mendapat orang lain yang lebih tawadhuk kepada mereka, yang tersenyum kepada mereka dan yang lebih merendah di hadapan mereka.

“ Dan merendah hatilah kamu terhadap orang-orang beriman”
(Al-Hijr: 88)

Satu hal yang membuat kebahagiaan ialah kemampuan menarik hati orang lain. Bagi kita, orang lain ialah pihak yang akan memuji, mendoakan, mencintai dan yang berterima kasih terhadap diri kita. Orang lain ialah saksi-saksi Allah di muka bumi.

“ Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”
( Al-Baqarah: 83)

Sangat terbuka pintu bagi siapa sahaja supaya boleh diterima oleh orang lain, yang tidak sepatutnya membelinya dengan harta senilai harta Qarun, tidak dengan yang senilai kerajaan Sulaiman, dan tidak pula dengan yang senilai khilafah Harun Ar-Rasyid. Siapa pun boleh diterima orang lain asalkan niatnya diasaskan keikhlasan hati kepada Allah, kerana kecintaaan kepada Allah dan RasulNya, dan kerana keengganan untuk memanjakan jiwa.

Sikap terpuji dan baik itu meletihkan. Mengapa? 

 

Sebab sifat-sifat seperti itu mengangkat darjat. Sebaliknya, sifat-sifat buruk dan tabiat yang kasar, sangat mudah dilakukan oleh siapa sahaja yang mahu. Sebab tabiatnya membawa turun. Logikanya, naik itu sukar dan turun itu mudah sekali.

Orang yang memperkecil akan diperkecil, dan mayat itu tidak akan berasa sakit kalau dilukai. Dalam hidup ini, ada sesuatu yang menunjukkan kepada kita dan sesiapa sahaja kebahagiaan. Iaitu menghormati bakat orang lain, mendorong cita-cita orang lain, dan tidak memperkecilkan kerja kuat dan peranan orang lain.
Manakala sesuatu yang boleh membuat hidup seseorang menderita dan membuat jiwanya tertekan ialah sikapnya yang hanya melihat kepada dirinya sendiri, menganggap bahawa dirinyalah bintang terang satu-satunya.

Pada hakikatnya, berhati-hati agar tidak sampai memperkecilkan kedudukan orang lain, jangan merendahkan orang lain, dan memandang sebelah mata terhadap kemampuan mereka.

“ Wahai, orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka; dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum wanita mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana ) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka.”
(Al-Hujurat:11)

Suatu hal yang membuat diri kita dicintai orang lain ialah motivasi dalam diri untuk mengembangkan potensi yang ada, bukti perhatian kita kepada mereka, dan sikap kita yang selalu terbuka menerima mereka. Justeru, pujilah hal-hal baik dalam hidup orang lain, tanamkan kepada mereka sifat-sifat kebaikan, dukung tindakan positif mereka dan tutup mata kita rapat-rapat terhadap keburukan dan kekurangan mereka.

"Tidak hijrah selepas pembukaan Mekah, tetapi jihad dan niat" (Al-Hadith)

Benarlah kata pepatah, satu jari yang ditunjuk kepada orang lain, maka empat jari lagi kembali kepada diri sendiri. Biarlah kebaikan diri sendiri kelihatan di mata orang lain tetapi keburukan diri biarlah di mata sendiri...

April 25, 2010

Ketawa & Kuasa

Ketawa ialah satu dari naluri-naluri atau tabiat semulajadi manusia. Seorang ahli falsafah Greek pernah menegaskan bahawa manusia itu binatang yang pandai ketawa, tetapi manusia tidak ketawa tanpa sebab, bahkan di sebalik ketawa itu, tersembunyi sebab dan pendorongnya yang tertentu. Ahli-ahli jiwa berselisih dalam menentukan pendorong dan sebab yang sebenar yang menyebabkan manusia memecahkan ketawanya itu.


Menurut setengah ahli jiwa, tabiat ketawa itu mempunyai pertalian yang rapat dengan tabiat suka memerintah atau suka keinginan hendak menunjuk kuasa dan kelebihan, dengan erti kata ketawa ialah di dorong oleh kemahuan dan keinginan kita hendak memerintah atau hendak menunjuk kuasa atau kelebihan. Hal ini memang ternampak jelas dalam peristiwa-peristiwa berikut, iaitu mengapa kita ketawa apabila kita ternampak seorang yang kacak bergaya tergelincir rebah di tengah jalan, sedangkan kita tidak ketawa apabila kanak-kanak yang kecil, orang tua atau seekor binatang tergelincir rebah di tengah jalan?

Jawapannya, kita tidak ketawakan anak kecil dan orang tua yang telah rebah itu, kerana mereka ialah bukanlah orang-orang yang setanding dengan kita, bahkan kita memandang taraf mereka sekurang-kurangnya lebih rendah dari kita dan tidak sekali-kali mencabar taraf kita sehingga menggerakkan ke taraf keinginan kita hendak menunjukkan kuasa dan kelebihan kita keatas mereka. Kita tidak ketawakan kerebahan mereka ialah kerana kita tidak ingin menunjukkan kuasa atau kelebihan kita keatas mereka yang lemah dan rendah pada pandangan kita.

Tetapi sikap kita berlainan pula dengan terhadap orang yang kacak bergaya, kerana orang ini dianggap oleh hati kecil kita sama ada disedari atau tidak disedari sebagai orang-orang yang benar-benar setanding dan setaraf dengan kita yang cuba menunjukkan gaya, kekuatan dan kekayaannyakepada kita.


Kelakuan orang ini memang mencabar dan mengugat taraf hidup kita sehingga menggerakkan keinginan kita hendak memerintah dan menunjukkan kekuasaan dan kelebihan kita keatasnya. Oleh sebab itulah bila orang yang seperti ini rebah tergerlincir di tengah jalan, maka kita akan ketawa besar atau sekurang-kurangnya kita ketawa di dalam hati kecil kita apabila dia seorang yang beradab sopan dan terkadang -kadang kita ketawa dengan sepenuh hati apabila seorang yang rebah itu kebetulan menjadi lawan atau orang yang tidak disukai kita, kerana dengan ketawa itu sampailah cita-cita hati kita untuk melahirkan perasaan senda dan untuk menyatakan rasa puas mendapat kemenangan dan mendapat kelebihan ke atas orang yang telah dianggap mencabar taraf kita itu.

Tegasnya ketawa itu satu kenyataan yang dilahirkan oleh seseorang untuk menunjukkan kelebihannya, kekuasaannya, kepandaiannya, kecerdikannya dari yang lain. Rasa ejek dan senda yang bergelora di hati seseorang yang ketawa atas kesalahannya, kebodohan dan kemalangan orang lain itu adalah satu bentuk dan satu cara pameran tabiat hendak berkuasa dan hendak
menunjukkan diri sendiri dan keatas orang yang lain.

Di sana seolah-olah ada perang dingin yang tersembunyi diantara kita dengan orang yang lebih tahu dari kita atau orang-orang yang sebaya dengan kita atau orang-orang yang kita anggap mencabar taraf dan kedudukan kita. Oleh itu sebarang kejadian yang boleh menserbasalahkan kedudukan orang-orang itu atau mejatuhkan mereka akan mendorong kita ketawa menang.

Jadi, kita ketawa ingin merasa senang di atas orang yang lain dan ingin berasa bangga dengan diri kita biarpun untuk beberapa saat. Ramai orang yang meyangka bahawa orang yang suka ketawa itu kerana dia seorang yang berperibadi periang, tetapi sangkaan itu menurut ahli jiwa adalah tidak tepat. Ketawa itu sebenarnya seperti perbuatan temberangatau seperti perbuatan berangan-angan tinggi adalah dilakukan oleh seseorang apabila dia merasa dirinya terkurang atau terendah dari orang-orang lain.

Perasaan yang mendorong seseorang itu berusaha dengan apa cara untuk melindungi dan menutup kekurangan dan kerendahan dirinya yang dirasa olehnya. Kadang-kadang dengan usaha dengan cara negatif, iaitu berangan-angan seperti Mat Jenin dan terkadang-kadang pula dengan cara positif, iaitu seperti berlagak sombong atau ketawa berdekah-dekah dan ketawa ketuan-tuanan atas kesilapan, kebodohan dan kemalangan orang lain.

Istilah 'suka memerintah' adalah mula-mula digunakan oleh Ludwig seorang pengarang Jerman yang terkenal ketika menganalisakan tabiat ketawa. Beliaulah yang mula-mula menyebut bahawa pendorong yang menggerak seorang itu ketawa ialah keinginan hendak memerintah atau hendak menunjuk kelenihan dan kehandalannya atau keinginannya untuk mengatasi orang lain. Di dalam hubungan itu Luwig telah membawa satu dongeng burung bayan dengan seekor katak.

Ceritanya begini:

Pada suatu hari katak telah menjemput burung bayang kerumahnya. Untuk meraikan kedatangan burung bayan itu, katak telah membawa satu hidangan minuman yang ditaruh dalam satu bekas yang tidak dapat diminum oleh burung bayan, kerana dia tidak dapat menghulurkan paruhnya yang panjang itu. Katak-katak itu telah memecah ketawa nya yang berdekah-dekah bila melihat percubaan yang berhempas-pulas dari burung bayan yang gagal untuk menyedut air kedalam bekas itu.

Tidak lama selepas itu Burung bayan menjemput katak-katak ke rumahnya. Untuk membalas dendam katak-katak itu, burung bayan telah menghidangkan jamuannya dalam bekas yang tidak dapat tercapai oleh mulut katak-katak yang pendek itu. Bila katak-katak kelihatan terhegeh-hegeh hendak memakan minuman itu, maka burung bayan pun meletuskan ketawa berdekah-dekah.

Didalam dongeng ini teryatalah bahawa kita pendorong burung bayan dan katak-katak itu ketawa terhadap satu sama lain adalah perasaan menang, perasaan bangga dan berpuas hati atas kelebihan masing-masing. Teori ini adalah sesuai dengan kenyataan yang pernah ditegaskan oleh
ahli falsafah Hobbes bahawa ketawa itu adalah gejala dari kebahagiaan jiwa dan kelucuan itu satu jalan bagi melahirkan kesukaan untuk menewaskan susah derita dan pahit getir hidup yang dialami oleh manusia.

Dengan ini Hobbes seolah-olah telah menolong memperluaskan lagi pengertian ingin berkuasa sehingga meliputi kehendak mengatasi dan menewasi susah derita dan pahit getir hidup di bumi kenyataan ini. Orang-orang yang meminati cerita-cerita, filem-filem, komentar-komentar dan pemandangan lucu adalah orang-orang yang mencari sumber ketawa untuk melupakan penanggungan-penanggungan hidupnya yang pahit atau untuk mengatasi tekanan-tekanan keserabutan, kerunsingan dan penderitaan yang berkecamuk di dalam jiwa mereka.

Dengan sekilas pandangan atau tinjauan seimbas tentulah sukar kepada seseorang untuk menyatakan bahawa ketawanya itu adalah didorong oleh keinginan untuk berkuasa atau hendak menunjuk kelebihannya.

Dan kesukarannya akan lebih berat lagi dirasai apabila keinginan hendak berkuasa itu difahamkan dengan pengertiannya yang sempit, iaitu hendak memerintah,
sedangkan keinginan berkuasa yang kita maksudkan di sini ialah keinginan berkuasa dengan pengertiannya yang meluas iaitu yang meliputi segala keinginan dan kemahuan dan hendak mengatasi, mengalah, menewas, membangga dan menunjuk diri, menarik perhatian, mengambil hati, melahirkan perasaan menang, perasaan senda dan ejek dan sebagainya dari penyataan-penyataan dan gejala-gejala yang menimbulkan oleh keinginan hendak mengatasi, menewasi dan menunjuk diri.

Jika pengertian keinginan hendak berkuasa itu difaham dengan luas seperti tadi, maka tentulah akan ternyata kepada kita bagaimana tepat dan luasnya kebenaran teori ini untuk mentafsirkan sebab-sebab berbagai-bagai ketawa yang diletuskan oleh manusia.

Ketawa itu memberi kesegaran kepada jiwa, kerana orang-orang yang sedang ketawa berdekah-dekah akan dapati dirinya dibuai oleh rasa senang dan menang atas rasa duka deritanya, rasa bangga dan besar hati, rasa terkapai maksud dan kehendaknya. Ketawa juga satu hukuman atau dera siksa sosial yang pedih. Oleh sebab itulah orang-orang yang kena ketawa akan merasa dirinya terhina, Merasa kehormatannya dicerobohi, merasa kebanggaan dirinya hancur dan merasa kedudukannya kalah dan tewas.

Gejala-gejala seperti ini tidak syak lagi memberi satu gambaran yang nyata betapa rapatnya perhubungan ketawa dengan keinginan berkuasa yang menjadi tabiat semulajadi manusia.

Hinggakan ketawa orang yang muka tebal atau muka papan yang tidak terjejas atau terkesan oleh ketawa-ketawa orang terhadap dirinya juga tidak sunyi dari unsur-unsur perasaan ingin berkuasa dan ingin mengusai. Umpamanya dia berkentut di tengah majlis yang ramai, tiba-tiba orang disekelilingnya ketawa berdekah-dekah dan bila dilihat semua orang ketawakannya, maka dia pun turut meletuskan ketawa terbahak-bahak seolah kejadian itu terjadi keatas diri orang lain.

Mengapa dia ikut ketawa?

Dia ikut ketawa kerana dia mahu memperkecil sikap orang-orang yang ketawakan kentutnya dan kerana dia mahu menyelamatkan air mukanya dengan berlindung di balik ketawa-ketawa yang seolah-olah dia hendak mengistiharkan kemenangannya "aku tidak terjejas oleh ketawa kamu, aku bukan orang lemah yang boleh diseksa oleh ketawa kamu, atau aku ejek balik ketawa kamu itu."

Kadang-kadang kita ketawa kerana mengambil hati atau menarik perhatian. Oleh itu,perkataan-kerkataan, perbuatan-perbuatan telatah-telatah yang tidak berisi dengan unsur-unsur kelucuan yang tajam dan tidak wajar mendorong kita ketawa besar seringkali membuat kita ketawa besar apabila perkatan perbuatan, perbuatan dan telatah itu terbit dari orang yang kita sukai dan kita ingini mengambil hati dan memenagi kemesraannya. Dari sini dapatlah kita mengerti mengapalah kita tidak ingin ketawa bila kelucuan- kelucuan itu terbit dari orang yang kita biarpun kelucuannya itu cukup berisi dengan unsur-unsur penggeli yang boleh membangkitkan ketawa kita.

Sebabnya kita dari awal lagi tidak ada persediaan untuk mengambil hatinya. Pendeknya kita ketawanya telatah-telatah orang yang kita sukai dan sayangi itu kebanyakannya bukan kerana telatah-telatah itu mengandungi unsur-unsur kelucuan yang benar-benar pengeli, tetapi kerana didorong oleh keinginan kita hendak mengambil hatinya dan merebut kemesraan dan kepercayaannya.

Di sini sekali lagi kita lihat dengan terangnya bagaimana keinginan hendak berkuasa itu memainkan peranannya di belakang ketawa-ketawa sosial kita kerana keinginan hendak mengambil hati itu adalah satu penyataan dari keinginan hendak berkuasa.


Tetapi mengapa kita ketawa cerita-cerita lucu, gambar-gambar kartun, lakonan-lakonan Tompel, Ismail Botak, Aman belon dan lain-lainnya? Di manakah motif keinginan berkuasa di dalam ketawa-ketawa yang seperti ini?

Di dalam ketawa-ketawa seperti ini, yang sebenarnya kita ketawa bukan kerana hendak menguasai atau mengatasi si Tompel, Ismail Botak dan Aman Belon, tetapi kita ketawa kerana mereka telah berjaya:

( 1 ) Memberi sindiran yang tajam kepada orang-orang, golongan-golongan dan fikiran-fikiran yang tertentu yang memang mencabar kita atau tidak disukai kita.

( 2 ) Mengambarkan ejekan, sendaan dan penghinaan kepada orang-orang, golongan-golongan dan fikiran-fikiran yang tertentu yang memang mencabar kita atau tidak disukai oleh kita.

( 3 ) Memperlihatkan ketololan, kebodohan, kebingunan, kelemahan dan kecacatan kita yang membangkitkan sendaan kita.

Pendeknya, yang menjadi sandaran ketawa kita yang sebenar bukannya si Tompel, Ismail Botak dan Aman Belon, tetapi ialah orang-orang, golongan-golongan dan fikiran- fikiran yang mencabar kita yang telah ditindas oleh Tompel, Ismail Botak dan Aman Belon dengan kelucuan mereka yang pedas. Tegasnya kita ketawakan si Tompel dan rakan-rakannya ialah kerana mereka terkoyong-koyong telah menolong kita untuk menyendakan orang-orang, golongan-golongan, fikiran-fikiran, ketololan-ketololan dan kelemahan-kelemahan yang mereka tidak setujui. Di sinilah, letaknya motif keinginan hendak berkuasa, kerana senda-menyenda, ejek-mengejek itu adalah bentuk dari penyataan ingin berkuasa dan menguasai.

Tetapi sebaliknya kita tidak ketawa, bahkan akan marah apabila cerita-cerita, filem-filem dan lakonan lucu itu cuba menggunakan orang-orang, golongan-golongan atau fikiran-fikiran yang kita hormati dan pujai itu sebagai sasaran dan landasan untuk dilucu dan disenda-sendakan mereka kerana kita memang dari mula lagi tidak sekali-kali ingin memperkecil-kecilkan mereka yang kita hormati dan pujai itu.

Kadang-kadang pula kita ketawakan ahli-ahli lawak jenaka itu ialah kerana mereka telah membuat tiru-tiruan dan ajukan yang sungguh tepat dan berjaya sehingga membangkitkan kesukaan kita untuk menyertai kejayaan dan kemenangan mereka.

Hinggakan di dalam ketawa-ketawa kena geletek atau kena sentuh bahagian anggota-anggota geli yang tertentu pada tubuh kita juga tidak sunyi dari unsur keinginan hendak berkuasa, kerana ketawa kita di waktu itu bukan semata-mata kerana geli, tetapi juga kerana mengambil hati orang-orang yang menggeletek kita yang memang kita sukai itu.

Oleh sebab itu kita tidak ketawa bahkan kadang-kadang kita marah apabila kita digeletek oleh orang-orang yang kita benci atau orang-orang yang kita tidak ingin mengambil hatinya.

Kadang-kadang pula kita ketawa untuk menutup kekurangan atau melindungi kelemahan kita seperti kita ketawa apabila kita sedar telah melakukan satu kesilapan, dan bererti bahawa kita cuba mengatasi kelemahan dan kekurangan kita dengan ketawa. Orang-orang yang terikut ketawa di dalam majlis-majlis dan perhimpunan-perhimpunan ramai, sedangkan mereka kadang-kadang tidak mengetahui hujung pangkal kelucuan yang diketawakannya itu yang sebenarnya bukanlah kerana mereka tidak mahu dianggap tidak faham oleh orang lain seolah-olah mereka mahu menyatakan dengan ketawa mereka "Aku juga faham seperti kamu" walaupun mereka tidak faham.

Demikianlah besarnya keinginan mahu berkuasa mendorongi manusia meletuskan ketawa mereka yang terbahak-bahak dan berdekah-dekah.

April 19, 2010

Ucapan Dasar Presiden Rakan Masjid 09/10

MUQADDIMAH

Bismillahirrahmanirrahim,

Yang dimuliakan, Tuan Pengerusi Tetap

Yang Berbahagia Tuan Haji Mohamed Noor Rosli bin Baharom, Pengarah Perkhidmatan Pelajar UTP merangkap perasmi Ijtimak Sanawi Rakan Masjid kali ke-9,

Yang Dikasihi Ustaz Dawi Cahyono bin Nurdin, Pegawai Eksekutif, Unit Pentadbiran Masjid, merangkap Penasihat Rakan Masjid UTP

Yang Dikasihi Ustaz Rahmat bin Abu Seman, Eksekutif Kanan, Unit Pentadbiran Masjid, juga merangkap Penasihat Rakan Masjid UTP,

Yang Dikasihi Barisan Majlis Tertinggi dan Majlis Eksekutif Rakan Masjid UTP,

Yang diraikan, Presiden-Presiden Persatuan Mahasiswa Islam kampus-kampus luar,

Yang diraikan, Presiden-Presiden atau Pengerusi-Pengerusi persatuan dan kelab UTP,

Ahli Jawatankuasa Rakan Masjid UTP,

Barisan Alumni Rakan Masjid UTP,

Para pemerhati dari kampus-kampus luar seluruh negara,

Dan para perwakilan serta semua sidang muktamirin yang dihormati sekalian

Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh

Selawat dan salam ke atas junjungn mulia Nabi Muhammad S.A.W. Seinfiniti kesyukuran kita rafa’kan kepada Khaliqul A’lam kerana dengan izin-Nya membolehkan kita mengadakan Ijtimak Sanawi Rakan Masjid kali ke-9 ini.

Pada kesempatan ini, izinkan saya mewakili pihak kepimpinan Rakan Masjid UTP dan juga Ahli Jawatankuasa Ijtimak Sanawi kali ini dengan rasa penuh kesyukuran dan berbesar hati, mengalu-alukan kehadiran para tetamu kehormat dari luar UTP mahupun dalam UTP, para perwakilan dan seterusnya para pemerhati yang dimuliakan, dengan ucapan “Ahlan Wasahlan wa Marhaban Bikum” – “Salam Sejahtera dan Selamat Datang”.

Hadirin dan hadirat yang dihormati,

Alhamdulillah, penganjuran Ijtimak Sanawi yang berformatkan muktamar dapat diteruskan pada penggal kepimpinan kali ini. Objektif Ijtimak Sanawi ini diadakan, adalah sebagai satu platform yang dapat menyatukan semua ahli Rakan Masjid, duduk bersama memikirkan halatuju Rakan Masjid, bermuhasabah, bertukar fikiran, memberi kritikan membina, melontarkan cadangan yang konkrit, seterusnya menyukat sejauh mana kita sudah melangkah dalam sesi kepimpinan ini. Selain itu juga, turut diadakan majlis pembubaran dan penyerahan watikah perlantikan Majlis Tertinggi dan Majlis Ekskutif pada penggal kepimpinan kali ini kepada saf kepimpinan yang baru.

Memetik ucapan dasar yang lepas, bertemakan ”Paksi Pemacu Perubahan”, mantan Presiden ada menekankan 4 paksi yang dibawa oleh Rakan Masjid iaitu Tarbiyah, Dakwah dan Siasah, Akademik dan Kebajikan dan juga Kepimpinan dan Pengurusan Organisasi.

Rakan Masjid terus mara berjuang sejak beberapa tahun dan kelangsungannya telah bertali arus sepanjang beberapa generasi hinggalah ke hari ini. Pada Ijtimak Sanawi kali ini, sukacitanya saya bacakan ucapan dasar yang bertemakan ”Menggembleng Kebangkitan Perjuangan”.

SENARIO UMMAT ISLAM SETEMPAT & ANTARABANGSA

”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang soleh”. (HR: Bukhari dalam shahih Bukhari kitab adab, dan al-Baihaqi)

Bermulanya dakwah Rasulullah di tengah-tengah kebejatan akhlak dan krisis moral masyarakat Arab jahiliyah, Baginda membawa satu risalah yang jelas iaitu memberi sinar-sinar mahmudah dalam syakhsiyah melalui pemurniaan dari sudut aqidah dan kepercayaan. Penekanan tentang konsep ketauhidan hanya kepada Allah Azza wa Jalla, mampu untuk mengangkat hijab kejahilan masyarakat di waktu itu, dan terbukti berjaya melahirkan generasi terbaik ummat dalam lipatan sejarah manusia.

Namun hari ini, keadaan ummat manusia seakan-akan sudah berputar, iaitu ingin kembali semula kepada jahiliyyah. Keadaan ini amat merisaukan. Isu akhlak dan moral seringkali menjadi buah mulut perbincangan, walaupun pada masa yang sama usaha-usaha dakwah dari gerakan Islam tidak pernah sunyi di pentas masyarakat.

ISU NASIONAL

Antara 5 perkara yang menjadi daruriyyat (perkara asas) dalam Islam yang disebut oleh Dr.Yusuf al-Qaradhawi dalam buku Fiqh al-Aulawiyat (Fiqh Keutamaan) ialah memelihara keturunan. Malah Allah juga berfirman dalam surah al-Tahrim, surah ke 66 ayat yang ke-6 yang bermaksud;

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Pada hari ini, kita sering mendengar siri berita pembuangan bayi di dada-dada akhbar. Kes terkutuk ini mendapat liputan meluas akhbar-akhbar utama Negara seperti Berita Harian, Utusan Malaysia, dan Harakah Online. Semua ini bertitik tolak dari gejala pergaulan bebas di antara lelaki dan perempuan, dan natijah nya lahirlah anak luar nikah yang kebanyakannya berakhir dengan tragedi pembuangan bayi.

Bagi pihak Rakan Masjid, kami melihat gejala ini sudah berada ditahap kritikal dan perlu diberikan penawar sehingga ke pangkal permasalahan. Masyarakat harus sedar, mereka sedang menyusuri jalan yang membawa mereka ke lembah kemusnahan. Penerangan dan pendedahan secara kritikal perihal isu ini harus dimainkan oleh Rakan Masjid bagi membuka mata dan fikiran masyarakat kampus.

Bagi memberikan al-fahmu ad-daqiq (kefahaman mendalam) tentang pentingnya menjaga keturunan, Rakan Masjid membawa agenda Baitul Muslim sebagai alternatif kepada perasaan cinta yang membuta tuli sesama pemuda dan pemudi kita. Perancangan jangka masa panjang ini perlu dihayati oleh semua muslim bagi membina keluarga bahagia dan melahirkan keturunan yang hebat.

Selain itu, dengan usaha yang diatur di peringkat Lajnah Strategi dan Dakwah, adegan-adegan yang tidak sepatutnya menghiasi landskap UTP seperti berdua-duan dan berpasang-pasangan (couple) dapat dikurangkan dengan mengadakan ekspidisi dakwah keliling kampus dan memupuk kesedaran menjaga batas-batas pergaulan.

Diharapkan pada masa hadapan, Rakan Masjid dapat melibatkan pihak pengurusan UTP terutamanya pihak keselamatan dan kaunselor dalam memperkasakan usaha dakwah ini.

Sekitar penggunaan kalimah Allah, Allah swt berfirman dalam Surah al-Imran ayat 64 yang bermaksud:

“Katakanlah hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahawa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan dia, dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebahagian kita menjadikan sesama manusia seperti pemimpin dan sebagainya, sebagai tuhan selain Allah.”

Dalam membawa agenda dakwah, prinsip asas yang digariskan oleh Allah ialah berpegang kepada suatu kalimat yang tiada perselisihan padanya. Isu penggunaan kalimah Allah ini mencuri perhatian serta mendapat reaksi dan ulasan dari pelbagai pihak, samada bersifat menyokong, menentang atau berkecuali.

Rakan Masjid melihat perkara ini dari sudut positif. Inilah masa yang terbaik untuk memberi penjelasan sekitar konsep ketauhidan dan makna sebenar dan layak untuk Allah. Pelbagai siri kuliah dan seminar diatur untuk memberi pendedahan dan mencambahkan buah fikiran masyarakat UTP bahawa ruang berdakwah sudah terbentang luas. Dengan bimbingan dan perkongsian ilmu dari beberapa tokoh inter-faith dialogue seperti saudara Shah Kirit dan saudara Lim Jui Soon, kita telah berjaya mengurangkan fenomena Islamophobia yang suatu ketika dahulu agak mengekang usaha dakwah kepada non-Muslim di UTP ini.

Masa depan dakwah non-muslim di UTP kelihatan cerah. Mungkin suatu masa nanti Rakan Masjid akan dianggotai oleh AJK dari kalangan saudara baru dan mereka inilah yang akan menjadi agen dakwah kepada masyarakat non-muslim yang lain.

ISU ANTARABANGSA

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karana itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

Firman Allah dalam ayat ke 10 surah al-Hujurat inilah yang menjadi azimat dan dan keazaman kita untuk sentiasa mengingati dan membantu saudara-saudara seagama kita jauh di Palestine sana. Malah nabi pun pernah bersabda yang bermaksud;

“Barangsiapa yang tidur nyenyak dan tidak mengambil peduli urusan umat Islam maka dia bukan dari golongan mereka” (Hadith Riwayat al-Baihaqi dalam 'Shuab al-iman', at-Tabari, Abu Nu'aim dalam 'Hilyah' dan al-Hakim)

Status bumi Baitul Maqdis sebagai tempat letak masjidul Aqsa dan tanah suci ketiga ummat Islam tidak pernah dilupakan oleh ummat Islam sedunia. Atas dasar kesedaran inilah Rakan Masjid telah membuat beberapa inisiatif seperti menjemput Syeikh Dr Muhammad Mahmud Siyam, mantan Rektor Universiti Gaza, untuk member sedikit gambaran dan perkongsian tentang situasi sebenar umat Islam di sana.

Selain itu, Rakan Masjid telah meneruskan lagi siri Remembrance of al-Quds (ROQ) dengan melancarkan tabung, edaran flyers dan artikel dalam google group. Di samping itu, jawatankuasa pelaksana Heart for Islam telah menganjurkan Palestine Talk dengan jayanya. Tidak ketinggalan juga, beberapa siri khutbah jumaat di Masjid an-Nur turut menyentuh isu ini.

Walaupun begitu, isu Palestin tidak wajar dilihat sebagai isu berkala semata-mata. Hanya pada masa tertentu sahaja isu ini dimainkan. Diharapkan Rakan Masjid, menjadikan isu ini sebagai isu penting dan diutamakan dalam agendanya. Pengumpulan bahan-bahan isu Palestin, siri penerangan, malah Rakan Masjid perlu melahirkan ikon mahasiswa yang dapat berhujah berkenaan isu Palestin.

Pada awal semester ini pula bagi menunaikan tanggungjawab dan kesedaran sebagai seorang mukmin yang cakna akan keadaan mukmin yang lain, Rakan Masjid telah berjaya munubuhkan satu jawatankuasa khas yang terdiri daripada beberapa badan pelajar di UTP bagi mengumpulkan dana serta memperolehi bantuan pakaian daripada warga UTP. Jawatankuasa bertindak ini akhirnya telah berjaya menapakkan kaki di bumi Padang Indonesia bagi menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut. Hal ini dilihat sebagai satu inisiatif baru oleh Rakan Masjid yang harus diteruskan dari semasa ke semasa bagi membolehkan Rakan Masjid terus terkehadapan dalam menjuarai isu-isu semasa samada dalam mahupun luar negara.

ISU KAMPUS

Dalam kerancakan mendepani isu tempatan mahupun global, Rakan Masjid pada kepimpinan tidak sesekali mengabaikan tanggungjawab serta komitmen terhadap isu yang berlegar didalam bumi tercinta UTP.

Salah satu punca yang dapat dikenal pasti masalah gejala sosial dikalangan pemuda dan mahasiswa adalah penerapan budaya hiburan yang melampau. Mereka seolah-olah tidak ada arah tuju dan tidak sedar mereka akan mewarisi kepimpinan negara kelak. Program reality tv, konsert dan seumpanya membanjiri media diluar sana, tanpa mengelak telah meresap masuk pengaruhnya ke ruang universiti.

Empat aspek yang harus diberi perhatian serius dalam berhibur iaitu lirik lagu, persembahan, nyanyian yang tidak bercampur dengan perkara haram, serta tidak berlebihan (wasatiah) adalah kayu ukur dalam Islam bagi membenarkan hiburan kepada ummatnya. Garis panduan ini telah digariskan oleh mujtahid Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam kitabnya, Panduan dan Batasan Syariat dalam Membenarkan Nyanyian.

Walaupun bagitu, kita kesal kerana bumi UTP ini masih lagi ternoda dengan segala macam hiburan yang secara terang-terangan membelakangi syarak. Semester ini sahaja, terdapat 7 program berbentuk hiburan yang pasti merisaukan pihak Rakan Masjid, kerana ia dikhuatiri menjadi budaya dikalangan mahasiswa UTP. Walhal, Rakan Masjid melihat ia adalah program yang tidak sihat kepada pembangunan sahsiah pelajar mahupun university sebagai pusat intelektual.

Usaha-usaha seperti pertemuan bersemuka bersama Majlis Tertinggi (HICOM) Talent Search dan komiti Tayangan Prebiu KL Drift 2 telah dilakukan. Alhamdulillah, bagi pihak penganjur mereka menerima teguran dan pandangan yang bertunjangkan Islam secara baik dan membina. Walaupun masih kedapatan beberapa perkara yang mungkin terlepas pandang semasa majlis (event) berlangsung, Rakan Masjid optimis bahawa penganjuran majlis (event) hiburan secara islamik akan menjadi rujukan pada masa yang akan datang.

RESOLUSI : KEMBALI KEPADA ISLAM

Islam adalah sistem kehidupan secara total. Dalam setiap permasalahan yang berlaku, antaranya yang disebut diatas, mengajak kita semua berfikir, agar kembali kepada Islam.

Islam mempunyai solusi setiap masalah yang berlaku kerana Allah swt telah berfirman dalam surah al-Maidah : 3 yang bermaksud,

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu...”

Jelas, sistem nasionalis dan sistem pentadbiran lain yang dijaja Barat tidak mampu untuk menguruskan sistem kehidupan manusia termasuklah di kampus kita.

RAKAN MASJID DALAM MENJANA KEKUATAN ORGANISASI DAN PERJUANGAN

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya” (al-Anfal: 60)

Saidina Ali karamallahu wajhah juga pernah berpesan;
“Kebatilan yang terancang boleh mengalahkan kebenaran yang tidak terancang.”

Secara tuntas, semua amal islami yang terangkum dalam gerak kerja Islam memerlukan perancangan yang tersusun dan mantap. Sebaik-baik perancangan yang dibuat hendaklah berdasarkan Al-quran dan sunnah, bukan bertopengkan nafsu dan agenda peribadi semata-mata.

Lebih-lebih lagi bagi sebuah organisasi seperti Rakan Masjid yang membawa imej kepimpinan Islam, kita haruslah menjadi qudwah dalam pelbagai aspek terutamanya dalam aspek pengurusan.

MEMAHAMI DASAR PERJUANGAN RAKAN MASJID

Rakan Masjid sebagai sebuah badan Islam mahasiswa di UTP ini mempunyai halatuju yang jelas iaitu menjunjung tinggi perintah Allah bagi menegakkan yang makruf, dan menentang perkara-perkara mungkar sehabis-habisnya.

Tanggungjawab ini bukanlah terpikul di atas bahu saf kepimpinan Rakan Masjid sahaja, tetapi turut mendasari kepada semua ahli jawatankuasanya. Seluruh jentera lajnah dan jawatankuasa pelaksana program (event) perlulah meletakkan keutamaan ini seiring dengan kerancakkan tempo gerak kerja kita.

MISI DAN VISI : PANJI ORGANISASI

Bagi memahami tuntutan berorganisasi dalam Rakan Masjid, perlu untuk kita semua tahu dan hayati apakah hadaf serta ghoyah perjuangan yang dibawa. Untuk penggal kepimpinan kali ini, kami meneruskan lagi hadaf (objektif semasa) yang telah digariskan oleh kepimpinan yang lepas iaitu empat Misi yang menjadi fokus utama;

Tarbiyah
Dakwah dan Siasah
Akademik dan Kebajikan
Kepimpinan dan Pengurusan Organisasi

Diharapkan visi Membina Bi’ah Solehah ini mampu diperjuangkan dengan lebih tersusun dan berstruktur oleh kepimpinan pada penggal akan datang.

TAGLINE : ENGINEERING UMMAH

Pengenalan tagline Engineering Ummah pada kepimpinan kali ini telah memberi dimensi baru kepada pembawakan Misi dan Visi Rakan Masjid. Dengan membawa maksud untuk mencorak dan melahirkan ummat berlandaskan al-Quran dan sunnah, tagline ini diharap dapat menjadikan Rakan Masjid sebagai sebuah organisasi yang mendapat tempat di hati mad’u khususnya mengikut waqi’ (suasana) di UTP ini.

Rakan Masjid menyedari satu elemen paling penting dalam kerja dakwah adalah memahami latar belakang mad’u. Masyarakat kampus yang majoritinya tidak cakna dengan keadaan berlaku disekitar, telah mendorong Rakan Masjid untuk mendekati mad’u dengan lebih dekat.

Usaha-usaha ini harus diperkemaskan dan dipertingkatkan pada masa hadapan seperti XPDC dakwah, bilik ke bilik mengenali mad’u dan mendapat respon daripada mereka.

Diharapkan dengan tagline ini, dan tagline lain yang lebih mesra rakyat dapat memenangi hati mad’u untuk mendekati Islam.


PAKSI KEBANGKITAN PERJUANGAN

PAKSI YANG PERTAMA : TARBIYAH

“Jangan bicara soal perjuangan, jika diri tidak mengenal apa itu tarbiyah”

Memetik kata-kata Syed Muhammad Naquib Al-Attas, tarbiyah adalah suatu proses penamaan sesuatu ke dalam diri manusia mengacu kepada metode dan sistem penamaan secara bertahap, dan kepada manusia penerima proses dan kandungan pendidikan tersebut. Firman Allah S.W.T. di dalam Al-Quran yang berbunyi:

Maksudnya:
“Sesungguhnya Allah telah mengurniakan (rahmatNya) kepada orang-orang Yang beriman, setelah ia mengutuskan Dalam kalangan mereka seorang Rasul dari bangsa mereka sendiri, Yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah (kandungan Al-Quran Yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya), dan membersihkan (jiwa) mereka, serta mengajar mereka Kitab Allah (Al-Quran) dan Hikmah (pengetahuan Yang mendalam mengenai hukum-hukum Syariat). dan Sesungguhnya mereka sebelum (kedatangan Nabi Muhammad) itu adalah dalam kesesatan Yang nyata.” (Ali-Imran : 164)

Oleh yang demikian, Rakan Masjid meletakkan tarbiyah sebagai salah satu paksi utama bagi merealisasikan kebangkitan perjuangan.

Pada awal semester julai 2009 yang lepas Rakan Masjid UTP telah melancarkan Sistem Tarbiyah Rakan Masjid (SISTAR) yang diletakkan di bawah kelolaan Lajnah Tarbiyah dan Kepimpinan. Sistem ini berkuat kuasa ke atas semua AJK Rakan Masjid dan dilaksanakan bermula pada sesi kepimpinan 2009/2010. Sistem ini meliputi 3 tahun jangka masa yang wajib dilalui oleh setiap AJK Rakan Masjid serta mempunyai marhalah (peringkat) yang tertentu iaitu marhalah ta’rif, takwin dan tanfiz. Kita telah berjaya melengkapkan marhalah ta’arif dengan mengadakan Kem Penghayatan Islam, Kursus Pengurusan Organisasi dan Fardil Muslim Camp serta Mukhayyam Tarbawi yang merupakan Manhaj Program Tambahan SISTAR. Sistem Tarbiyah ini diharap dapat mendidik ahli Rakan Masjid untuk memahami gerak kerja serta memperelokkan akhlak dan adab mereka.

Bagi melahirkan masyarakat kampus yang mempunyi asas agama yang kukuh, penekanan tentang tsaqafah ilmu telah dipergiatkan samada di masjid mahupun di surau-surau di seluruh kampus. Penganjuran kuliah-kuliah maghrib, pengajian berkitab, bacaan surah yasin dan tahlil serta kuliah subuh di masjid An-Nur adalah antara aktiviti yang mampu memupuk thaqafah ilmu dan budaya ilmu serta mengimarahkan rumah Allah. Selain itu, surau di desasiswa juga tidak pernah dipinggirkan, kelas tajwid, kelas tarannum, liqo Al-Mulk, perlantikan imam surau V3, Skuad Istiqomah di surau V6 dan tazkirah ringkas juga menjadi aktiviti mingguan yang dijalankan. Usaha-usaha ini diharap dapat memenuhi visi dan misi UTP sekaligus melahirkan golongan professional yang faqih dalam bidang agamanya.

Program asas usrah yang dikenali Smart Group hendaklah dilihat sebagai ‘core business’ dalam Rakan Masjid. Disinilah, kita dapat membentuk dan melahirkan kader-kader dakwah yang berpotensi dan seterusnya menerapkan nilai-nilai Islam yang asas kepada masyarakat kampus.
Aktiviti Smart Group yang lebih menarik dan penyampaian nuqaba’ yang berkesan harus dilihat secara serius pada kepimpinan akan datang.

Sidang muktamirin yang dirahmati Allah sekalian

PAKSI YANG KEDUA: DINAMIKA DAKWAH & SIASAH

PENYUBURAN DAKWAH DI UTP

Sebagai sebuah pertubuhan Islam yang tunggal di universiti ini, Rakan Masjid terus komited untuk menjalankan tugas bagi menyeru manusia kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Selari dengan firman Allah S.W.T dalam surah Ali Imran; ayat 104

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Melihat kepada pentinganya tanggungjawab untuk membawa risalah dakwah ini, Rakan Masjid telah berusaha mempelbagaikan uslub dakwah. Pelbagai program dan aktiviti telah dianjurkan sebagai usaha untuk menarik lebih ramai umat Islam di UTP untuk berjinak-jinak dengan Islam seterusnya menjadi insan yang memahami Islam dengan baik lantas terus mengabdikan diri dan berta’abud kepada Allah Azza Wajalla secara individu mahupun secara kolektif.

Penganjuran Interfaith Understanding Dialogue (InFUD) dengan jayanya di Dewan Chansellor UTP boleh menjadi penanda aras bahawa masih ramai lagi mad’u yang menunggu tangan-tangan dakwah kita datang menyapa mereka, asalkan uslub dan caranya tepat dan berhikmah. Melihat peluang yang terbuka luas ini, pihak kepimpinan Rakan Masjid telah menjemput beberapa ikon dakwah seperti Brother Shah Kirit dan Tuan Haji Azmi (Presiden TERAS) untuk memberi input berguna dalam arena dakwah bagi membolehkan ahli Rakan Masjid mempersiapkan diri bagi meneroka cabaran baru dakwah ini.

Pendekatan dakwah perlu dipelopori oleh Rakan Masjid samada di dalam kampus mahupun di luar kampus. Alhamdulillah, baru-baru ini Presiden Rakan Masjid telah dijemput untuk menjadi salah seorang speaker untuk majlis Bicara Siswa yang telah diadakan di UiTM Sri Iskandar.

Malah, Pengerusi Helwi juga turut dijemput untuk menjayakan program dakwah yang sama, di hadapan ratusan audien universiti jiran kita itu. Di peringkat dalam kampus pula, Majlis Tertinggi Rakan Masjid diberi amanah untuk mengisi slot kuliah maghrib pada hari Sabtu dan Ahad.

Diharap pada masa yang akan datang, Rakan Masjid dapat melahirkan lebih ramai ikon dakwah dalam menyampaikan keindahan Islam dengan kepetahan lisan mahupun keindahan qudwah dan akhlak.

RAKAN MASJID BERSAMA MASYARAKAT

Menyedari dakwah yang dibawa oleh Rakan Masjid haruslah bersifat dinamik dan progresif, sekali lagi kita mengorak langkah untuk meluaskan jaringan dakwah terutama kepada ahli qaryah Masjid an-Nur sesuai dengan Firman Allah Taala dalam surah an-Nahl ayat ke-36 yang bermaksud:

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Bagi merealisasikan tuntutan dakwah yang mencakupi masyarakat sekitar, Rakan Masjid tidak pernah keberatan untuk turun mengadakan lawatan berkala ke kampung Orang Asli Suak Padi untuk membimbing saudara kita di sana mempelajari asas-asas solat serta mengaji al-Quran. Selain itu, kita turut tidak ketinggalan untuk meluangkan masa bersama-sama pelajar Sekolah Kebangsaan Sri Iskandar dalam program Kem Penghayatan Islam. Menyedari tanggungjawab dakwah di sekolah ini adalah untuk memenuhi hak mereka sabagai mad’u, Rakan Masjid berbesar hati mengiktiraf Sekolah Kebangsaan Sri Iskandar sebagai sekolah angkat.

Pada penggal kepimpinan kali ini, melalui Lajnah Kebajikan dan Perpaduan, Rakan Masjid telah meneroka medan dakwah yang baru iaitu mensasarkan golongan-golongan yang kurang bernasib baik di Hospital Raja Permaisuri Bainun. Pengalaman bersama pesakit-pesakit di sana telah memberikan manfaat dua hala kepada kita, di mana kita berkesempatan mendekati mereka disamping memupuk rasa syukur di atas kurniaan kesihatan yang Allah berikan.

Kita bimbang sekiranya usaha dakwah terhadap masyarakat ini tidak digembleng, Allah akan menurunkan bala-Nya kepada kita semua, bukan sahaja pelaku maksiat, malah kepada semua orang. Sebagaimana firman Allah di dalam surah Al-Anfal, ayat 25:

Dan peliharalah dirimu daripada seksaan yang tidak khusus menimpa ke atas mereka yang zalim dari kalangan kamu sahaja. Dan ketahuilah Allah Maha keras seksaannya."

Jesteru, masih banyak lagi usaha yang perlu digembleng oleh Rakan Masjid bagi memenuhi tuntutan dakwah kepada masyarakat luar dalam menuju kepada lahirnya masyarakat yang mendapat keredhaan Allah Taala. Harapan besar saya adalah untuk melihat Rakan Masjid mampu menjadi ikon dakwah kepada masyarakat di luar kampus selari dengan tugas membantu Unit Pentadbiran Masjid UTP dalam menyelia aktiviti-aktiviti sekitar qariah UTP.


DAKWAH MERENTAS AGAMA

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah; 256)

Bagi mendukung usaha dakwah kepada golongan bukan Muslim, hubungan yang baik dan mesra perlu diwujudkan di antara Rakan Masjid dengan golongan bukan Islam supaya mereka merasa selesa dengan kita. ‘Engagement’ dengan kelab-kelab persatuan bukan Islam juga perlu diperkasa bagi membuka lebih banyak ruang dakwah kita kepada mereka melalui kolaborasi dalam pelbagai aktiviti-aktiviti bersama yang dirasakan bermanfaat.


Hadirin Hadirat, para perwakilan dan pemerhati sekalian,

PAKSI YANG KETIGA : PROFESIONALISME DAN PENGURUSAN

ORGANISASI DAN TUNTUTANNYA

Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Di antara tujuan penciptaan manusia di atas muka bumi ini ialah untuk menjadi khalifah, yang diamanahkan untuk menjalankan urusan mentadbir bumi ini dengan baik dan menurut syariat Islam. Lantaran beratnya amanah yang dipikul, tanggungjwab ini perlu dilakukan secara berjemaah dan berorganisasi. Persoalan organisasi ini tidak dapat dipisahkan daripada elemen pengurusan dan profesionalisme. Dua elemen ini merupakan indikator fizikal yang dianjurkan oleh Islam untuk menentukan kecemerlangan dan kejayaan sesebuah gerakan terutamanya gerakan Islam.

Usaha-usaha untuk sentiasa memajukan Rakan Masjid UTP dari segi pengurusan tidak harus dipandang enteng malah harus disokong dan didokong oleh semua pimpinan dan AJK Rakan Masjid demi mengimpikan Gerakan Islam yang mampu menenggelamkan kebatilan seterusnya membina bi’ah solehah.
PROFESIONALISM RAKAN MASJID : SUATU KESINAMBUNGAN

Dewasa ini banyak organisasi berbicara berkenaan profesionalisme dalam bekerja. Amalan profesional dikatakan mampu membawa organisasi jauh ke hadapan dengan berpandukan beberapa nilai-nilai murni yang cuba diterapkan dalam kalangan pekerja kepada organisasi tersebut. Jelas disebut dalam hadis Rasulullah SAW yang bermaksud
“Bahawasanya Allah kasihkan kepada seorang daripada kamu apabila buat kerja, ia sempurnakan kerjanya”.

Hadis ini memberi gambaran kepada kita satu nilai murni dalam amalan pekerjaan iaitu berusaha menyiapkan tugasan dengan dilakukan dengan bersungguh-sungguh. Untuk menyahut nilai yang dianjurkan oleh Islam ini, Rakan Masjid tidak ketinggalan untuk persiapkan organisasi kepada piawai-piawai tertentu bagi memastikan gerakan ini mampu menempuh cabaran yang mendatang.

Sebagai satu kesinambungan kepada sistem pengurusan Rakan Masjid yang sedia ada, iaitu penggunaan Score card, Rakan Masjid telah mengaplikasikan penggunaan Management Dash Board bagi menentukan halatuju Rakan Masjid sepanjang penggal. Rakan Masjid juga dalam proses untuk merangka Master Plan dalam tempoh tiga tahun untuk memastikan kesinambungan gerak kerja yang lebih teratur. Tahniah juga diucapkan kepada Tuan Haji Jamal, Pengurus Bahagian Agenda Korporat UTP, kerana telah membantu menyiapkan Prosedur Operasi Piawai (SOP) fasa pertama yang akan melicinkan gerak kerja pimpinan dan AJK Rakan Masjid. Diharap semua kesinambungan ini dapat membantu meningkatkan lagi kemahiran-kemahiran AJK Rakan Masjid dalam aspek pengurusan dan profesionalisme.

IMEJ DAN KUASA ENGAGEMENT

Selain dari penambahbaikan dari segi gerak kerja, Rakan Masjid juga turut dikenali dengan imej yang dibawa oleh barisan kepimpinan dan seluruh ahlinya. Pemakaian baju-t rasmi Rakan Masjid, acara-acara Rakan Masjid, Smart Group, vest, poster dan sebagainya, telah menjadikan Rakan Masjid tidak asing lagi di mata mad’u. Sekiranya dalam PETRONAS , branding itu merupakan elemen yang penting untuk memastikan syarikat gergasi itu dikenali dengan servisnya yang baik. Begitu juga Rakan Masjid yang menjadikan imej sebagai wasilah untuk memperkenalkan Islam dan dakwah kepada mad’u yang lebih luas.

Selain itu, Rakan Masjid sentiasa berdepan dengan masyarakat dan akan dinilai mutu gerak kerjanya. Oleh itu, setiap perkara yang dilakukan berhubung dengan komitmen pihak lain , hendaklah dilakukan sehabis baik. Perbuatan ini merupakan dakwah bil hal yang mana sebagai gerakan dakwah tidak akan lari daripada elemen ini. Jangan jadikan perbuatan dan kesilapan kita menjadikan fitnah kepada Rakan Masjid. Biarlah Rakan Masjid dihina dan dicaci sekiranya menegakkan kebenaran tetapi tidak rela jika Rakan Masjid dihina dan dicaci kerana kesilapan dan ketidakmatangan kita.

Selain itu, hubungan yang baik kelab-kelab lain dan pihak pengurusan secara amnya telah menjadikan Rakan Masjid sebagai sebuah badan yang sentiasa menjuarai isu yang berlaku di dalam kampus mahupun di luar kampus. Engagement yang baik dengan pelbagai pihak ini mampu untuk melahirkan gelombang dakwah yang harmoni. Pertemuan Majlis Tertinggi Rakan Masjid dengan pihak pengurusan UTP dalam menyatakan keberatan dengan penganjuran aktiviti bersifat hedonism haruslah diteruskan. Hal ini membolehkan kita menyatakan hasrat secara terus tanpa mengabaikan adab dan akhlak dalam menegur.


PAKSI YANG KEEMPAT : ILTIZAM DAN KOMITMEN

Definisi iltizam pada sudut bahasa bermaksud keterlibatan secara bersungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan sesuatu, manakala komitmen pula diertikan sikap, pendirian atau perbuatan yang memberikan sepenuh tenaga serta perhatian atau menunjukkan sokongan dan azam yang tinggi terhadap sesuatu perkara.

Iltizam dan komitmen adalah dua elemen penting yang memerlukan kombinasi yang jitu supaya sesuatu gerak kerja itu dapat dilaksanakan dengan baik dan sempurna. Oleh yang demikian, seseorang yang mengaku dirinya berjuang di jalan Allah perlu mempunyai kombinasi dua elemen yang memberikan sinergi gerak kerja jihad dan dakwah Islam sehebat para As-Sabiqun nal Awwalun yang membawa kepada zaman kegemilangan Islam.

Firman Allah di dalam surah Al-Haj ayat 78, “Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad, Dialah yang telah memilih kamu dan tidak sesekali menjadikan kesukaran untukmu dalam agamaNya”

Hal ini jelas menunjukkan penegasan yang Allah berikan kepada setiap pejuang-pejuang agamaNya bahawa mereka perlulah memberikan sepenuh iltizam dan komitmen dalam melaksanakan setiap arahan dan menjauhi laranganNya.

Antara teori dan praktikal, itulah perkara yang menjadi keutamaan dalam mendidik seseorang. 2 perkara ini perlu diseimbangkan. Begitulah perihal iltizam dan komitmen. Ia adalah praktikaliti. Rakan Masjid merakamkan ribuan penghargaan kepada setiap AJK Rakan Masjid yang sanggup berkorban wang ringgit, masa, tenaga dan buah fikiran dalam bersama menggembleng usaha bagi menghasilkan karya seni dakwah yang terus tersemai di tanah yang bertuah ini. Tanpa AJK RM di peringkat akar umbi, siapalah kami di peringkat MTME RM.

Mengenang kembali kisah seorang sahabiah komiti Heart For Islam yang ditimpa musibah apabila rumah keluarganya terbakar di dalam satu kebakaran sehingga tersiar di dada akhbar. Namun sahabiah ini tetap terus bersama dalam menjayakan aktiviti Heart For Islam hinggalah tirainya dilabuhkan. Sesungguhnya saf MTME RM mengucapkan takziah atas musibah yang menimpa keluarga ukhti, semoga musibah yang berlaku terkandung hikmah yang besar.

PAKSI YANG KELIMA : EKONOMI

Rakan Masjid juga tanpa mengenepikan kepentingan salah satu juzuk Islam dalam penjanaan ekonomi terus berusaha dalam melahirkan usahawan yang kompeten melalui Lajnah Ekonomi dan Keusahawanan. Menyedari bahawa penjanaan ekonomi dalam Islam bukan sekadar pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan penguasaan teknologi sebagai penggerak utama, tetapi ekonomi Islam juga bersifat komprehensif kerana ia tidak mengabaikan faktor-faktor bukan ekonomi seperti politik, sosial, etika dan moral.


Oleh itu, setiap peluang yang ada dalam penganjuran acara-acara dalam Rakan Masjid mahupun acara-acara lain di UTP, akan digunakan oleh Lajnah Ekonomi dan Keusahawanan untuk mengadakan jualan bagi meningkatkan lagi taraf ekonomi Rakan Masjid disamping menyeimbangkan sosio-ekonomi di kalangan masyarakat UTP mahupun luar. Selari dengan firman Allah SWT di dalam surah Al-Qashash, ayat ke 77:

"Dan tuntutlah Dengan harta kekayaan Yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah Engkau melupakan bahagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia; dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian nikmatNya Yang melimpah-limpah); dan janganlah Engkau melakukan kerosakan di muka bumi; Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang berbuat kerosakan ".

Hal ini merangkumi usaha menigkatkan ketrampilan dan kemahiran melalui galakan untuk memulakan usaha niaga dalam setiap program-program besar yang dianjurkan melalui Unit Business seperti Ramadhan Discovery dan kempen Heart 4 Islam. Sekaligus merintis kemahiran tenaga baru dan mewujudkan usahawan yang kompeten dalam menelusuri qudwah Baginda Rasulullah SAW yang juga merupakan seorang peniaga yang berjaya. Sabda Baginda SAW;
“Kamu semua digalakkan berniaga kerana 9/10 punca rezeki itu adalah dalam perniagaan” (Hadis Bukhari)

Dalam mencapai ekonomi yang dinamis, inisiatif yang telah diambil dengan mengadakan Halal Fest pada setiap tahun merupakan salah satu langkah penyeimbangan dan pemantapan ekonomi di kalangan usahawan Islam sendiri. Pemerkasaan program seperti Forum yang membincangkan “Peranan Muslim dalam Memperkasa Prinsip Halal” dan seminar “Usahawan Muslim dalam Industri Halal 2010” menunjukkan Rakan Masjid memandang serius impak ekonomi terhadap pembentukan masyarakat dan dalam membina individu yang berdaya saing.

Malah, ekonomi Islam secara keseluruhannya juga sangat sempurna kerana berdiri di atas dasar aqidah, syariat dan akhlak. Ekonomi Islam yang berlandaskan aqidah, meyakini bahawa harta benda adalah milik Allah SWT, sedangkan manusia sebagai khalifah yang mengelolanya (Istikhlaf), sebagaimana yang disyariatkan Allah SWT dalam surah Al-Hadiid, ayat 7;

“Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan belanjakanlah (pada jalan kebajikan) sebahagian dari harta benda (pemberian Allah) Yang dijadikannya kamu menguasainya sebagai wakil. maka orang-orang Yang beriman di antara kamu serta mereka membelanjakan (sebahagian dari harta itu pada jalan Allah); mereka tetap beroleh pahala Yang besar.”

PAKSI YANG KEENAM : PENGUASAAN MEDIA

Penguasaan media memainkan peranan yang cukup berpengaruh dalam mencorakkan pemikiran masyarakat. Lihat sahaja bagaimana Mustafa Kamal at-Tartuk memanipulasi media untuk menyebarkan fahaman sekularism sehingga berjaya menjadikan Turki sebagai negara yang hampir tidak dapat dikesan ciri-ciri keIslamnya.

Kita percaya bahawa tiada kuasa dan kekuatan yang mampu mengatasi kuasa Allah , oleh itu Rakan Masjid optimis untuk mempersiapkan kekuatan media dengan mewujudkan portal, facebook, twitter, akaun you tube, risalah An-nur, dan pelbagai risalah yang disampaikan semasa program-program Rakan Masjid. Usaha-usaha murni ini tidak seharusnya terhenti pada saat ini dan perlu diteruskan lagi serta perlunya nilai tambah bagi memastikan informasi yang disampaikan mampu mencapai sasaran yang lebih besar dan seterusnya mesej dakwah Islamiyah itu memberi kesan kepada masyarakat kampus.

Di samping itu, kita harus memanfaatkan arus media massa yang pastinya capaian mad’unya lebih luas. Tahniah kepada jawatankuasa pelaksana Kembara Sufi 2010 kerana telah berjaya mendapatkan kerjasama daripada laman sesawang “I luv Islam .com” dalam mempromosikan Kembara Sufi. Langkah ini merupakan langkah yang baik dalam mengembangkan peranan media Islami dalam masyarakat kampus khususnya. Mudah-mudahan ada diantara kita mampu mewujudkan pusat media di kampus ini bagi menyampaikan mesej Islam dengan baik dan memastikan maklumat-maklumat yang diterima bertepatan dengan syariat Islam.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda ; “Barangsiapa yang tidak ambil tahu urusan umatku,maka mereka bukanlah daripada golonganku”. Hadis ini memberitahu tentang kepentingan untuk cakna kepada isu semasa terutama yang melibatkan isu umat Islam. Sebagai gerakan mahasiswa Islam, Rakan Masjid seharusnya terkehadapan dalam isu-isu melibatkan umat Islam ini.

Menyedari keadaan masyarakat kampus yang kurang cakna pada isu semasa, Rakan Masjid seharusnya menjuarai segala isu yang berlaku dan menyampaikan melalui pelbagai media secara berkesan.


MASYARAKAT MAJMUK DAN PERUBAHAN

Dalam situasi di Universiti Teknologi PETRONAS, Rakan Masjid juga tidak terlepas untuk menjadi salah satu daripada masyarakat majmuk yang sentiasa berinteraksi dengan badan-badan lain.

Sebagai salah satu persatuan Islam, Rakan Masjid melihat kepelbagaian kaum ini merupakan salah satu peluang utuk melebarkan sayap-sayap dakwah kepada komuniti masyarakat kampus khususnya.

Dalam surah al-hujurat ayat ke-13; Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Namun, kita harus juga memperhatikan tentang mengapa kita dituntut untuk menjalinkan hubungan dengan orang lain. Hakikatnya, dalam ayat yang sama, Allah memperjelaskan tentang kedudukan takwa disisi Allah s.w.t. Oleh itu dapatlah difahami bahawasanya tuntutan kita berkenalan dengan orang lain hanyalah semata-mata untuk mengajak takwa kepada Allah s.w.t.
Semester ini, Rakan Masjid telah sekali lagi melangkah kehadapan dalam mendekatkan diri kedalam masyarakat kampus.

Dengan penganjuran aktiviti-aktiviti yang disertai oleh pelbagai kaum, Rakan Masjid melihat peluang dakwah dapat disebar luaskan lagi. Heart 4 Islam contohnya, telah menarik pelbagai kaum untuk menyertai aktiviti-aktiviti yang dianjurkan termasuklah pelajar-pelajar antarabangsa. Hakikatnya perjalanan Rakan Masjid pada penggal kepimpinan kali ini cuba untuk mendekati pelbagai pihak dalam usaha kita melakukan transformasi dalam menjawab tuduhan pihak tertentu yang Rakan Masjid hanya untuk orang yang datang ke masjid sahaja.

Bahasa Inggeris merupakan satu medium pertuturan umum pada masa kini.Kami di pihak Rakan Masjid juga menyedari akan kepentingan Bahasa Inggeris ini. Kami melihat Bahasa Inggeris ini dapat dijadikan sebagai senjata utama untuk mendekatkan lagi Rakan Masjid dengan masyarakat terutamanya pelajar-pelajar di UTP.

Atas dasar kepentingan dakwah, diharapkan Rakan Masjid pada masa hadapan dapat menggunakan medium Bahasa Inggeris sebagai medium utamanya.

Selain itu, inisiatif koloberasi juga dilihat jalan penyelesaian kepada masalah jurang perkauman dan latar belakang mahasiswa. Diharapkan usaha koloberasi Rakan Masjid dengan kelab-kelab seperti MedTech, SIFE, MPPUTP,ELC, RCSU dan lain-lain dapat diteruskan dan diperkasakan lagi pada masa hadapan.

Pada hakikatnya, program-program kolaborasi ini bukanlah sekadar untuk menjayakan program tersebut. Rakan Masjid melihat inilah peluang-peluang dakwah yang boleh diambil. Inilah peranan kita dalam masyarakat majmuk ini. Paksinya dakwah, ia dibawa ke mana-mana sahaja penganjuran program.

PENGGEMBLENGAN TENAGA YANG OPTIMUM TANGGUNGJAWAB KITA

Sesuatu organisasi itu diperkukuhkan dengan peranan yang dimainkan oleh pihak pimpinan dan pengikutnya. Malah, sesuatu organisasi yang bergerak laju adalah bersumberkan dari peranan yang dimainkan oleh Ahli Jawatankuasa akar umbi.

Sirah telah menunjukkan kehebatan tentera perjuangan seperti keberanian dan kehebatan yang ditunjukkan Usamah bin Zaid dan Abdullah bin Zubair sungguh mengujakan. Anas bin Malik dan Ibnu Abbas yang amat intelegen dan genius pula bergiat aktif di medan intelektual. Tidak dilupakan Muhammad al Fatih yang matang awal, lantas memberikan persembahan terbaik terhadap perjuangan Islam dan banyak lagi nama-nama hebat yang tidak dapat disebut. Tokoh-tokoh yang disebutkan ini,merupakan mereka yang matang awal, taqwa tinggi serta memahami realiti situasi semasa yang memerlukan mereka dalam menguasai pelbagai kemahiran.

Sehubugan dengan itu, setiap ahli perlu bermuhasabah bagi meningkatkan kualiti diri dari semasa ke semasa baik dari ilmunya, ibadahnya, komunkasi, pengurusan organisasi dan lain-lain.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Saidina Umar r.a. yakni tiada Islam tanpa jamaah, tiada jamaah tanpa kepimpinan, tiada kepimpinan tanpa ketaatan. Maka siapalah kami yang berada dihadapan ini tanpa sokongan ahli-ahli rakan masjid sekalian. Pokoknya, gabungan pengalaman dan kerjasama antara orang lama dan baru dalam Rakan Masjid mengharmonikan lagi suasana gerak kerja.

Rakan Masjid kali ini memandang serius perihal pembangunan diri ahli. Pada sesi ini, beberapa inisiatif telah diambil iaitu menghantar ahli jawatankuasa terpilih ke seminar dan program diluar mahupun di dalam kampus seperti Event Management Seminar, Leadership Camp, Simposium Mahasiswa Utara, dan lain-lain.

Peranan yang dimainkan Alumni Rakan Masji juga amatlah dihargai. Platform Rakan Motivasi yang dimainkan oleh mantan presiden, Mohd Hakim Mohd Nor, banyak memberi ruang penganjuran berbentuk motivasi dan pembangunan insan di sekolah-sekolah sekitar Perak.

Diharapkan platform ini dapat diperkasakan lagi peranannya dengan melibatkan lebih ramai ilmuan dan golongan pasca ijazah.


MEMBINA GENERASI KEPIMPINAN RABBANI

Pemuda adalah tunjang kepada gerakan Islam. Mereka mempunyai hamasah yang tinggi. Pak Sukarno pernah berkata,

“Berikan aku 10 pemuda, maka aku dapat goncangkan dunia”

Jelas, pemuda bakal mewarisi kepimpinan negara pada masa hadapan. Firman Allah swt,

Maksudnya:
“Allah S.W.T. menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari kalangan kamu (Wahai umat Muhammad) Bahawa ia akan menjadikan mereka khalifah-khalifah Yang memegang Kuasa pemerintahan di bumi, sebagaimana ia telah menjadikan orang-orang Yang sebelum mereka: khalifah-khalifah Yang berkuasa; dan ia akan menguatkan dan mengembangkan agama mereka (agama Islam) Yang telah diredhaiNya untuk mereka; dan ia juga akan menggantikan bagi mereka keamanan setelah mereka mengalami ketakutan (dari ancaman musuh). mereka terus beribadat kepadaKu Dengan tidak mempersekutukan sesuatu Yang lain denganKu. dan (ingatlah) sesiapa Yang kufur ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang Yang derhaka.” (An-Nur : 55)

Memetik kata-kata Saidina Ali K.W. bahawa jika kita ingin melihat kehebatan sesebuah masyarakat, maka lihatlah generasi pemudanya.

Maka atas dasar ini, Rakan Masjid selaku organisasi Islam di UTP yang memimpin masyarakat Mahasiswa/wi Islam di UTP ini memberi sepenuh perhatian supaya agenda kepimpinan rabbani dapat diteruskan dan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab dan amanah agar ruh Islam kembali tertegak di bumi UTP ini. Pelaksanaan modul gerak kerja yang berkonsepkan kepimpinan di semua peringkat menjadi suatu perkara yang acapkali dibincangkan sesama pimpinan supaya MTME RM mampu membina generasi pemimpin yang bakal menggantikan tampuk kepimpinan Rakan Masjid pada masa yang akan datang.

Menurut Imam Al-Mawardi dalam kitabnya, Al-Ahkam As-Sulthaniyyah, sifat-sifat seorang pemimpin adalah seseorang yang kental imannya dan tinggi takwanya, mulia akhlaknya, mampu bersikap adil dan jujur, berilmu dan cerdas (fathonah), berkompeten dan karisma, mampu memikul tanggung jawab (amanah), sihat jasmani dan rohani serta memiliki keberanian menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Syarat terakhir iaitu keberanian kerana tanpa keberanian, segala sifat-sifat terdahulu tidak akan dapat dijalankan secara efektif.

Rakan Masjid dilihat berpotensi berperanan sebagai kilang dalam melahirkan generasi kepimpinan hebat di luar sana, terutama ketika di alam pekerjaan. Ramai dikalangan alumni Rakan Masjid yang masih istiqamah dan meneruskan gerak kerja Islam melalui Badan Islam Kebajikan Petronas (BAKIP) seterusnya menunjukkan qudwah yang baik. Alhamdulillah, semoga penerapan nilai Islam berkembang mekar dan subur di dalam PETRONAS.

Seterusnya, kepimpinan Rakan Masjid juga turut menyumbang dalam perancangan Universiti iaitu agenda “Transformation Plan” yang diwar-warkan bahawa UTP akan menjadi sebuah “Research University” yang bertaraf dunia. Tidak salah juga untuk dicita-citakan supaya Rakan Masjid juga menjadi badan Islam peringkat Universiti yang bertaraf dunia pada suatu hari nanti.
Petikan kata-kata Saidina Umar r.a. yang memberi teguran kepada umat Islam selepas pembukaan kota palestin, “Kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah kerana Islam, barangsiapa yang mencari kemuliaan selain daripadaNya, maka tunggulah kedatangan azab daripada Allah”.

Kepada seluruh AJK Rakan Masjid, janganlah kita terus terleka dengan kehidupan dunia yang singkat ini, teruslah mara berjuang bersama-sama kita menggembleng kebangkitan perjuangan ini agar kalimah Allah terus mekar di bumi UTP yang kita cintai.

MUSLIMAT PENDUKUNG PERJUANGAN

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah menjadi penolong sebahagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang maaruf, mencegah yang mungkar, mendirikan solat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan rasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana." (At- Taubah : 71)

Seerah Rasulullah saw mengajar kita bahawa keterlibatan kaum wanita dalam membina masyarakat dan pengupayaan mereka dalam gelanggang dakwah dan siasah amatlah penting dan telah termaktub seawal penglibatan Bai’atul Aqabah kedua lagi. Peristiwa Bai’atun Nisa’ turut menjadi lambing penanda penghayatan keterlibatan golongan muslimat secara langsung.

Jangan sekali kali kita lupa bahawa manusia pertama yang syahid di jalan Allah adalah seorang muslimat, Sumayyah ra, yang memberi makanan dan minuman secara tersembunyi semasa penghijrahan nabi juga seorang muslimat iaitu Asma binti Abu Bakar ra. Terlalu banyak kisah peranan sahabiyat yang boleh dijadikan inspirasi bagi kita semua.

Dalam mendepani tuntutan perjuangan dakwah dan cabaran semasa, keterlibatan muslimat dan aktivisme kegiatan muslimat amatlah mustahak dan kritikal.

Sehubungan dengan itu, Rakan Masjid melihat platform HELWI mampu memainkan peranan tersebut di kampus ini.


HELWI

Alhamdulillah HELWI sudah menjangkau tahun kedua kewujudannya di kampus tercinta ini. Pelbagai aktiviti telah dirancang dan dijalankan sepanjang kepimpinan penggal ini seperti Forum Baitul Muslim, Kelas Tentang Dunia Hawa, Pertandingan Futsal, FemUTPicon dan Ladies Night.

Pendekatan yang dibawa berbentuk menyediakan ruang dan peluang untuk para mahasiswi menyerlahkan bakat, kreativiti dan kecekapan yang terpendam dalam diri masing-masing. Sebelum ini, kerap didengari keluhan kerana mahasiswi tidak mempunyai ruang untuk menampilkan kelebihan mereka disebabkan keterbatasan syariat untuk menzahirkan di hadapan mahasiswa.

Oleh yang demikian, HELWI menyediakan wadah untuk mereka melakukan aktiviti-aktiviti yang digemari bersama-sama mahasiswi. Alhamdulillah, daripada penyertaan dan sambutan yang diberikan oleh mahasiswi, HELWI dilihat semakin dikenali dan diterima oleh masyarakat umum. Selain daripada itu, aktiviti berbentuk ilmiah, kebajikan dan ekonomi turut menjadi agenda HELWI.

Adalah diharapkan barisan kepimpinan HELWI pada penggal hadapan dapat meneruskan kesinambungan agenda-agenda dan hasrat HELWI pada sesi kepimpinan akan datang supaya dapat mencakupi ruang dakwah yang lebih meluas lagi dan dapat memenuhi keperluan mahasiswi hendaknya.

HELWI seharusnya menjadi badan yang terkehadapan dalam memenangi isu-isu mahasiswi setempat tanpa mengabaikan isu-isu wanita sejagat. Dalam menghadapi cabaran dewasa ini, adalah perlu untuk para mahasiswi mempunyai satu medium untuk bersatu dan berkongsi rasa, pandangan dan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat kampus yang lebih harmoni dan dinamik. HELWI sebagai platform terbaik para mahasiswi bersama memikirkan masalah-masalah yang berlaku di kalangan wanita masa kini dan bersama-sama mencari penyelesaian untuk kebaikan bersama. Dengan kewujudan HELWI juga, dapat mengurangkan masalah ikhtilat dalam gerak kerja antara muslimin dan muslimat.

Selain itu, HELWI juga boleh menjadi medan para mahasiswi untuk melatih diri menjadi pemimpin bermula dari peringkat bawahan. Isu-isu agama, sosial, sains, ekonomi, politik, sukan, dan sebagainya adalah perkara-perkara asas yang perlu diambil berat oleh mahasiswi. Ini bagi memastikan para mahasiswi yang berilmu dan cakna dengan keadaan semasa sentiasa menjadi aset yang tinggi dan bernilai dalam masyarakat. Bukan sekadar mempunyai bakat tersendiri, bahkan berkepimpinan dan boleh menjadi contoh kepada masyarakat.

Saya yakin dan optimis, HELWI walaupun berumur seumur jagung, HELWI mampu mengorak langkah dengan lebih jauh. Pengukuhan organisasi dari peringkat pimpinan dan akar umbi perlu disegerakan, perancangan program yang lebih dinamik dan mesra rakyat perlu dibincangkan dan juga HELWI perlu membuat lebih banyak engagement dengan badan-badan NGO muslimat diluar kampus.

Ayuh muslimat, kuatkan azam dan tekad, jadilah pendukung perjuangan Islam, penyubur al-Quran dan sunnah, pewaris nabi dan sahabat, pencetus semangat jihad, menjadi sayap kiri perjuangan Islam.
MEHNAH DAN TRIBULASI DALAM PERJUANGAN

Allah berfirman di dalam kitabNya yang bermaksud;

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cubaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cubaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (al-Baqarah : 214)

Sememangnya telah menjadi lumrah dan fitrah dalam perjuangan menegakkan agama Allah ini, para pejuang pasti berhadapan dengan pelbagai ujian dan rintangan.

Sejarah telah membuktikan bahawa pejuang Islam yang benar-benar ikhlas dan berada dalam jalan yang benar tidak mungkin terlepas daripada menghadapi ujian. Perkara ini sudah menjadi suatu kemestian atau prasyarat kepada pejuang Islam bagi melihat sejauh mana ketahanan dan istiqamah mereka dalam perjuangan.

MENGIKIS RM FOBIA

Setelah beberapa kepimpinan silih berganti, Rakan Masjid terus berevolusi dalam kerangka sebagai sebuah badan dakwah di UTP ini. Pelbagai pendekatan dan wasilah telah diadaptasi bagi memastikan gelombang dakwah Islam menyapa masyarakat dan seterusnya mendatangkan kesan di hati mereka. Namun, kita harus faham bahawa di luar sana masih kedapatan mereka yang merasakan kaedah dakwah kita kurang berhikmah. Makin diajak kepada Islam, makin jauh mereka memencilkan diri dari kita. Dimanakah silapnya?

Sidang muktamar sekalian,

Method dakwah adalah senjata yang harus digunakan sebaiknya, ada masa mengena dan dakwah pun berjaya, dan ada masanya tersilap langkah menyebabkan mad’u menjadi fobia dengan kita. Lihatlah bagaimana uslub dakwah Rasulullah, baginda menunjukkan qudwah yang baik serta lebih banyak meraikan kawan mahupun lawan dengan tujuan menjadikan Islam agama yang disenangi. Pada masa yang akan datang, malalui Lajnah Strategi dan Dakwah, haruslah diperbanyakkan pendakatan yang bersifat turun padang bagi mendengar pandangan serta maklum balas staff dan pelajar UTP terhadap pendakatan dakwah Rakan Masjid.

BIASISWA : ANTARA RUANG DAN PELUANG

Dalam mendukung sebuah gerak kerja, perbendaharaan yang banyak bukan jaminan kepada kemenangan Islam, tetapi lemahnya pengurusan dalam aspek ini boleh menjatuhkan gerakan tersebut. Menyedari hal ini, Rakan Masjid telah memperkenalkan sistem yuran kepada AJK-AJK nya tetapi pada masa yang sama AJK Rakan Masjid ambilan Januari 2010 dibelenggu dengan masalah biasiswa yang agak kritikal.

Pihak kepimpinan Rakan Masjid bersimpati dengan keadaan adik-adik yang tersepit dalam sistem biasiswa yang agak menekan ini. Pengurangan separuh bagi bayaran yuran keahlian, diharap dapat meringankan beban yang ditanggung. Ingatlah, Allah berfirman di dalam al-Quran dalam surah al-Baqarah ayat 216, “Tidak semestinya sesuatu yang disukai itu baik untuk kita dan tidak pula sesuatu yang dibenci itu buruk untuk kita. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kita tidak ketahui. Maka, sabarlah di atas ujian ini. Dan sesungguhnya sabar itu sebahagian dari iman.”

Pelaksanaan sistem Consequence Management oleh penaja utama mahasiswa UTP yakni PERTONAS benar-benar memberi impak kepada warga kampus terutamanya mahasiswa. Mahasiswa tajaan PETRONAS perlu memastikan pencapaian akademik mereka menepati nilai GPA yang telah ditetapkan sekiranya tidak mahu bantuan ke-wangan mereka disekat. Cabaran yang lebih hebat dirasai oleh aktivis Rakan Masjid memandangkan mereka perlu menjaga akademik dan pada masa yang sama perlu menjalankan amal Islami yang juga semakin mencabar.

Usaha LAKAD menjalankan pelbagai aktiviti khusus untuk membantu akademik mahasiswa kampus seperti taklimat akademik, mutabaah akademik, kelas tamba-han, wacana ilmiah, pengumpulan soalan peperiksaan, pelancaran minggu akademik dan pengedarkan flyers mo-tivasi perlu diberikan pujian. Aktiviti akademik bersama masyarakat luar kampus dengan pelaksanaan Kelas Tambahan UPSR, PMR dan SPM pada setiap minggu serta Bengkel Menjawab Soalan juga perlu diteruskan lagi oleh kepimpinan yang akan datang.

Diharapkan penglibatan aktif kita dalam Rakan Masjid tidak menjadi batu penghalang kepada kecermelangan akademik. Insya-Allah.

MENJERNIHKAN HUBUNGAN

Sejak sekian lama, isu komitmen dan profesionalism ahli Rakan Masjid dipersoalkan oleh banyak pihak, seperti pihak Maintanence, ITMS dan tidak ketinggalan oleh Unit Pentadbiran Masjid sendiri. Hal ini mengundang pelbagai spekulasi buruk yang boleh menconteng arang pada wajah Islam yang dibawa Rakan Masjid. Sudah sampai masanya kita menjernihkan semula kekusutan yang berlaku.

Ayuh bersama-sama kita tingkatkan produktiviti dan profresionalsm di dalam setiap urusan. Buktikan bahawa gerak kerja Islam ialah gerak kerja yang terbaik. Elakkan fitnah dan rapatkan ukhwah. Kutiplah mutiara-mutiara nasihat dari Penasihat Rakan Masjid sebagai panyuluh jalan di sepanjang penglibatan dalam Rakan Masjid. Tidak cukup dengan itu, suburkan dan kekalkan momentum itu di mana sahaja kamu berada waimma sesudah berkerjaya nanti.


UJIAN ADALAH SUNNATULLAH

Harus diingat bahawa semua ujian yang diberikan, adalah sunnatullah (ketetapan dari Allah). Sebagai seorang hamba, kita hanya layak bersangka baik kepada Allah di atas ujian yang diberikan. Semoga segala mehnah dan tribulsi ini mematangkan kita dan pada masa yang sama agar kita bersedia mengahadapi ujian yang lebih getir pada masa yang akan datang.



PENUTUP

Sebagai akhirnya, marilah kita menjadikan Ijtimak sanawi kita ini sebagai medan muhasabah yang benar-benar bermanfaat untuk pembangunan Islam. Marilah kita sama-sama memasang tekad dan azam untuk perjuangan Rakan Masjid UTP yang berdasarkan Islam untuk terus relevan di pentas bumi UTP ini.

Saya merakamkan jutaan terima kasih kepada seluruh ahli jawatankuasa Rakan Masjid di semua per-ingkat di atas sokongan kepada kepimpinan saya dalam meneruskan misi Rakan Masjid itu sendiri. Kepada Tuan Haji Mohamed Noor Rosli bin Baharum yang selama ini banyak memberi sokongan dan nasihat, Ustaz Dawi Cahyono bin Nurdin dan Ustaz Rahmat bin Abu Seman yang tidak jemu-jemu dalam membantu gerak kerja Rakan Masjid baik dalam skala kecil mahupun besar, para ahli jawatankuasa Ijtimak Sanawi yang tertungkus lumus menjayakan muktamar ini, para penaja dan der-mawan, dan para pemerhati yang mengikuti Ijtimak sanawi ini, sekali lagi saya merakamkan jutaan terima kasih. Hanya Allah sahaja yang mampu membalas segala jasa kalian.

Teguhkan organisasi Rakan Masjid dengan tarbiyah dan beramal dengan ikhlas kerana Allah, melahirkan ahli yang bersifat benar, amanah, menyampaikan mesej dengan bijaksana, mencontohi sifat Rasul dan salafussoleh, kerana sebenarnya kita menyumbang perjuangan mereka. Terjemahkan secara amalan dan perjuangan untuk menyelamatkan manusia seluruhnya dengan Islam yang sempurna. Dalam masa yang sama kita wajib menghisab diri dalam ijtimak sanawi ini sejauh mana kewajipan Islam yang telah kita tunaikan, dengan akal yang bijak berpandukan petunjuk Allah yang tersurat dan tersirat.

Firman Allah swt dalam surah Al-Ahzab :72

”Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,”

Sesungguhnya kemenangan Islam adalah pasti. Teruskan perjuangan dan istiqamah. Tingkatkan kebergantungan kita kepada Rabbi Izzati, Allah swt melihat pada usaha kita bukan pada hasilnya.

Dengan peringatan ini saya akhiri ucapan dasar dengan wabillahit taufiq walhidayah, wassalamualaikum warah-matullahi wabarakatuh.

Takbir ! Takbir ! Takbir !

Ijtimak Sanawi ke-9
Rakan Masjid Universiti Teknologi PETRONAS
Dewan Kuliah 1, Universiti Teknologi PETRONAS
1 & 2 Jamadilakhir 1431 / 17 dan 18 April 2009